Tujuan Dan Proses Menjalaninya

Posting Komentar

poto/pixabay

Dalam menjalani sebuah kehidupan, secara langsung atau tidak, seseorang akan melakukan suatu pekerjaan berdasarkan suatu tuntutan. Mencari nafkah menjadi alasan utama. Perlu biaya untuk bertahan hidup. 

Membeli kebutuhan pokok, seperti, berbelanja makanan, minuman, pakaian, pendidikan. Sekarang ini, internet termasuk kepentingan yang tidak bisa terlepaskan. Juga tempat tinggal yang wajib dimiliki setiap orang.

Hal-hal di atas menjadi tuntutan yang harus dipenuhi demi keberlangsungan hidup. Jika masih hidup sendiri, mungkin kewajiban yang dimiliki tidak akan sebanyak mereka yang sudah berumah tangga. Sebagai kepala keluarga harus memastikan seluruh kebutuhan setiap penghuni di rumah, mendapatkan kenyamanan.

Tujuan Hidup

Manusia diciptakan sebagai makhluk hidup yang sempurna, memiliki anggota tubuh, dan pikiran cerdas. Tentu dibalik semua itu ada makna, untuk apa dan bagaimana proses dalam menjalani kehidupan.

Memang tuntutan dan kewajiban yang kita miliki banyak. Satu persatu harus diselesaikan. Namun, dalam menyelesaikannya perlu cara yang baik dan benar. Tidak boleh sembarangan, apalagi menghalalkan segalanya.

Lalu, Apa sebenarnya tujuan kita terlahir di dunia? Sebagai umat Islam, sudah tentu, ibadah adalah alasan utama dan terpenting. Sholat merupakan tiang agama, jika tidak melaksanakannya maka, tidak akan kuat pondasi dalam menjalani kehidupan.

"Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar"

Iya, jika sudah melakukan kewajiban sebagai umat Islam, sholat lima waktu, menutup aurat, dan lain-lain, berlandaskan dari hati dan pikiran. Maka, secara langsung, cepat atau lambat, perbuatan kita akan terpelihara. Terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Proses Kehidupan

Ketika beranjak dewasa, maka otomatis bertambah pula tuntutan hidup. Lulus sekolah atau kuliah, mulai mencari pekerjaan agar mendapatkan penghasilan. Ada yang sebagai karyawan, berdagang, guru, dokter, pelukis, musisi.

Sejak kecil pasti memiliki cita-cita. Akan tetapi tidak semua orang berhasil mencapainya. Banyak yang menjadi faktor dari ketidak sampaian hal tersebut. Ketika bekerja tidak sesuai dengan minat yang diinginkan, apa yang harus dilakukan?

Timbul lagi pertanyaan yang baru. Kalau saya pribadi, sejak kecil suka dengan komputer, saat lulus sekolah menengah pertama, sudah mulai menentukan hal-hal yang sejurusan dengan itu.

Melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan komputer, dan kuliah di bidang yang sama. Ketika lulus, tidak langsung otomatis diterima bekerja. Nah, untuk mempersiapkan hal tersebut, bermodalkan laptop dan printer pemberian orangtua, saya membuka usaha percetakan kecil-kecilan.

Beruntung, hanya berjarak beberapa waktu, dapat diterima bekerja sebagai Staff-Administrasi. Menggunakan peralatan komputer, dan sejurusan dengan pendidikan yang selama ini di pelajari.

Memiliki Penghasilan, Menyelesaikan Kewajiban

Tagihan kartu ponsel, membeli makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya menjadi tuntutan setiap bulan untuk selalu dibelanjakan. Juga kebutuhan transportasi sebagai media menuju ke tempat bekerja.

Disaat hari libur, bepergian dengan teman-teman untuk menenangkan hati. Sedikit bergembira, sejenak melupakan segala kerumitan dari rutinitas yang dikerjakan. Nah, semua itu pasti membutuhkan biaya.

Bermulai dari memiliki pekerjaan, maka akan mendapatkan penghasilan. Baik itu harian, mingguan, atau bulanan. Maka hal itu dapat dipergunakan untuk membiayai kehidupan, berwisata dengan teman-teman.

Berapapun penghasilan yang dimiliki, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Lebih baik berhemat daripada boros. Membeli seperlunya saja, dan sesuai kebutuhan.

Tidak Sesuai Minat Dan Bakat

Ketika bekerja tidak sesuai dengan bidang yang diminati, memang akan dilakukan dengan sangat berat. Ingin bermusik, tapi justru orangtua menyuruh kuliah di bidang bisnis. Dan akhiranya menjadi karyawan di suatu perusahaan.

Jika sudah mengupayakan segala cara, banyak jalan yang telah dilalui. Pantang menyerah dalam menghadapi segala ujian. Akan tetapi, keinginan juga belum terwujud, pasti akan merasa kecewa dan marah.

Namun, ada hikmah dibalik semua itu. Pasti ada sisi baik yang bisa dijadikan pelajaran. Keinginan memang tidak melulu harus dipenuhi. Hidup memang berkesan tidak adil. Tapi kita harus tetap bertahan dan bersyukur.

Menikmati Proses

Jika hari ini mengalami masa sulit dan berat. Pada malam hari sebelum tidur, coba renungkan, tentang sikap yang perlu diperbaiki dan sifat baik dipertahankan. Ketika bangun pagi, ingat kembali lagi tujuan kita sebagai manusia dicipatakan ke dunia, yaitu beribadah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Mulai hari dengan beribadah terlebih dahulu. Alangkah baiknya tidak langsung memikirkan kentungan dan keruguan di perusahaan, tugas-tugas di kantor, agar terhinda dari stres dan pusing kepala. Bagi umat Islam, laksanakan sholat Subuh dua raka’at. Meminta petunjuk kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, semoga diberi kemudahan dalam setiap urusan. Aamiin


Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email