Kebiasaan Yang Mendukung Kesuksesan

Posting Komentar

poto/lpkn
Beberapa pekan yang lalu, saya mengikuti sebuah webinar (seminar online). Diadakan pukul sembilan pagi hingga  dua belas siang. Dengan pembicara yang tentunya sangat berpengalaman. Ada Andi Arsyl Rahman dan Yodhia Antariksa.

Selama tiga jam penuh, membahas tentang kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan. Pesertanya cukup banyak, lebih dari seratus orang yang hadir. Terkait pandemi, maka seminar dilakukan secara online, dengan memanfaatkan aplikasi Zoom.

Suatu keuntungan juga bagi saya, karena letak tempat tinggal berada di luar pulau Jawa, maka tidak memungkinkan untuk mengikuti seminar tersebut. Apabila diadakan secara langsung tatap muka (offline).

Sesi pertama, para peserta dapat berbincang-bincang dengan Andi Arsyl Rahman, yang merupakan seorang public figure. Tampil di layar kaca sebagai pemain film dan sinetron, namun, bukan hanya itu, ia juga seorang motivator dan juga penulis buku.

Dengan pengalaman yang banyak, beliau membagikan ceritanya kepada kami para peserta seminar Change Your Habits Change Your Life. Untuk sesi pertama ini berlangsung selama satu jam, karena ada kesibukan lainnya, tidak bisa diperpanjang. Namun, cukup puas karena juga ada sesi tanya-jawab.

Penyampaian yang santai, membuat para peserta tidak merasa bosan sama sekali. Gaya bicara yang tidak monoton, diselingi dengan sedikit bercanda ketika berdiskusi, seluruh peserta termasuk saya, menjai antusias mendengarkan beliau.

Lalu, tahap kedua disampaikan oleh Bapak Yodhia Antariksa. Menurutnya kebiasaan itu, sangat penting untuk diubah menjadi baik dan bermanfaat. Karena dilakukan secara berulang, setiap hari dan akan menjadi inti dari perilaku.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika kita melakukan kebiasaan-kebiasaan yang positif. Mungkin sekarang belum terlalu berdampak, namun, cepat atau lambat apa yang kita lakukan sekarang, akan membentuk pola tindakan, dan masa depan nantinya.  

Faktor-faktor Pembentuk Kebiasaan

Ada beberapa pola yang dapat menjadi kebiasaan, jika dilakukan secara terus-menerus. Baik itu berasal dari dalam diri, ataupun lingkungan dan orang-orang sekitar.

1. Waktu

Saat senggang biasanya diisi dengan mengerjakan hal yang digemari. Bermain game, mengobrol dengan teman, menggambar, dan lain sebagainya. Waktu merupakan faftor penting dalam beraktifitas, mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat akan lebih baik untuk membentuk kebiasaan positif.

2. Peristiwa Masa Lalu

Kejadian-kejadian yang dimasa lampau, tanpa disadari dapat membentuk perilaku kita di masa kini. Misalnya saja, sejak dulu sering terlambat bangun pagi untuk ke sekolah. Setelah dilakukan secara terus-menerus, akan berdampak sampai saat ini.

Kebiasaan tersebut dilakukan berulang-ulang, setiap hari, alhasil dimasa kini akan sulit untuk bangun pagi. Walaupun uusi sudah dewasa, dan beban tanggung jawab semakin bertambah. Harus berangkat kerja diawal pagi.

3. Tempat Tinggal

Salah satu manfaat tinggal di kota besar adalah, mudahnya akses ke segala pelayanan publik. Kendaraan umum, pusat kesehatan, tempat perbelanjaan. Penduduknya tidak merasa kesulitan jika ingin pergi ke manapun.

Namun, ketika tinggal di pedasaan, di mana kendaraan umum sulit untuk didapati. Ingin pergi ke tempat perbelanjaan harus menempuh berkilo-kilo meter, dengan kondisi jalan yang juga tidak mudah untuk dilalui.

Cepat atau lambat, harus segera beradaptasi. Dan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baru. Kalau biasanya kapan saja bisa membeli kebutuhan yang diinginkan, karena mudahnya akses ke toko swalayan.

Ketika tinggal di pedesaan, mulai bisa untuk menghemat waktu dan perjalanan, dengan berbelanja seminggu sekali. Dan menyediakan stok kebutuhan sehari-hari di rumah, seperti bahan masakan, obat-obatan, dan lain-lain.

4. Lingkungan Pergaulan

Pandai-pandailah memilih teman. Ungkapan ini memang benar, pertemanan akan membentuk sikap dan sifat kita.

Jika sering menghabisakan waktu dengan teman yang rajin beribadah, cepat atau lambat maka akan mengikuti kebiasaan tersebut. Hampir setiap hari bertemu dan bermain bersama-sama, dengan waktu yang lama atau hanya sebentar. Bisa menimbulkan kenginan untuk ikut beribadah juga.

Harus hati-hati dalam berteman, pertemanan yang sehat akan membawa efek yang baik pula. Selalu berkata sopan, saling menghargai, mengingatkan dalam ketakwaan, menghindari kegiatan yang merugikan.

poto/pribadi


Memiliki Kebiasaan Yang Baik dan Bermanfaat

Banyak cara untuk dilakukan agar kehidupan menjadi menyenangkan. Lakukan dari hal yang sederhana dan mudah dikerjakan. Apabila berubah secara drastis tidak baik pula, bisa-bisa justrus stres yang menghampiri.

1. Mulai Dari Diri Sendiri

Apalah artinya jika menonton video motivator terkenal, tutorial-tutorial super keren, akan tetapi tidak ada kesadaran untuk melakukan itu semua. Mulai dari niat dalam hati ingin berubah menjadi lebih baik, yakinkan agar tidak mudah goyah.

2. Hal Kecil Namun Berdampak

Misanya sulit untuk bangun pagi. Mulailah buat rencana agar tidak terlambat lagi. Tidur di awal dan jangan begadang. Hindari menonton tv hingga larut malam. Atur alarm tiga puluh menit sebelum beraktifitas. Atau bisa meminta teman membangunkan (jika masih kost).

Kalau memang sudah terbiasa bangun pagi. Bisa ditambah lagi kegiatannya, dengan mengaji dan berzikir setelah mengerjakan sholat subuh. Selain menghilangkan kantuk dapat menambah pahala juga. Bagi non-muslim bisa berolah raga, tubuh menjadi semakin sehat.

3. Memanfaatkan Waktu Luang

Pandemi yang terjadi saat ini membuat banyak kegiatan dikerjakan dari rumah. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa waktu juga merupakan faktor dalam pembentukan kebiasaan.

Saat senggang dapat dimanfaatkan dengan membaca buku. Tidak perlu sampai harus langsung menamatkannya, lakukan perlahan. Sepuluh menit dengan lima atau tujuh halaman. Mulai dengan tema yang ringan.

Mencoba resep terbaru. Dengan tampilan unik dan rasa yang enak, membuat penikmatnya menjadi “Iron Man”. Lama kelamaan bisa jadi bisnis kuliner yang meraup keuntungan, apalagi saat pandemi seperti ini, segala peluang harus serba dimanfaatkan, salah satunya adalah waktu.

4. Tujuan

Buat target yang ingin dicapai. Hidup harus memiliki tujuan, menjadi influencer, atau bekerja di perusahaan ternama, masuk surga. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kebiasaan-kebiasaan yang mendukung.

Dengan memiliki tujuan, kita akan tetap berada pada jalur yang ingin dilalui. Juga mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak ada kaitanya dengan target tersebut. Ada aturan-aturan tersendiri dan tidak boleh melanggarnya.

Ketika bercita-cita menjadi blogger, harus rajin menulis. Belajar mengenai blogging, dan apa saja yang dibutuhkan dalam bidang tersebut. Bukan hanya sekedar menulis, namun, juga ada kaidah-kaidah harus dipatuhi.

Setelah menentukan niche, tema yang dikerjakan sesuai dengan konsep tersebut. Mengikuti komunitas literasi, seminar-seminar kepenulisan, dan lain-lain. Dengan adanya tujuan, bisa mengarahkan kepada kebiasaan-kebiasaan positif yang harus dilakukan.

Untuk sukses perlu banyak pengorbanan, dan tidak ada jalan yang instan. Semuanya ada proses yang harus dijalani. Mudah atau sulit tergantung dari sudut pandang masing-masing. Tapi yang pasti, kebiasaan yang kita lakukan saat ini akan berdampak pada kehidupan di masa mendatang.

Maka mulailah meyakinkan diri sendiri untuk menjadi lebih baik, membagi sinergi positif kepada orang sekitar. Mempelajari hal-hal baru yang bisa mengembangkan bakat dan kemampuan. Hasil akhir yang didapat akan sesuai dengan yang diperjuangkan. Tetap semangat dan jaga kesehatan.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email