Cegah Virus Corona, Yuk Pakai Masker!

4 komentar

poto/pixabay
Salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan, saat masa pandemi seperti ini adalah penggunaan masker. Penularan virus Corona bisa terjadi, karena adanya interaksi yang berdekatan antara 1 orang dengan yang lainnya.

Di tempat kerumunan seperti, kendaraan umum, kantor, minimarket, dan lain-lain. Walaupun saling menjaga jarak, akan tetapi saat saling berbicara mulut dan hidung akan mengeluarkan partikel-partikel kecil yang telah terinfeksi, walaupun tidak menunjukkan gejala bagi penderitanya, maka tetap dapat menularkan virus Corona ke orang lain.

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang terkait, sudah menghimbau kepada para warga untuk menggunakan masker, semenjak virus Corona datang ke Indonesia. Jika penyebaran virus Corona terjadi karena disebabkan ketika seseorang berbicara, batuk, bersin, atau sekedar bernafas itu disebut droplet.

Seperti penjelasan di atas, maka wajib menggunakan masker yang berbahan tebal, atau terdiri dari 2 lapisan. Namun, hindari jangan sampai membuat sulit bernafas. Lalu, ukurannya harus tepat menutupi hidung dan mulut secara keseluruhan.

Masker Yang Aman Digunakan

Penggunaan masker yang sesuai standar akan mencegah dari penularan virus Corona. Berikut jenis-jenisnya…

1. Masker N95

Jenis ini paling yang terbaik dari yang lain. Sesuai namanya, maka 95% dapat memblokir partikel yang terkecil sekalipun, agar tidak dapat terhirup oleh hidung. Berdasarkan tingkat keefektifan yang diberikan, maka masker ini terbilang cukup mahal harganya.

2. Masker Medis

Dapat melindungi dari cipratan atau tetesan air liur, yang mungkin sudah terinfeksi virus Corona. Jenis masker ini cukup efektif dalam mencegah penularan. Harganya juga terjangkau, di tempat saya tinggal, Kota Kisaran, dijual eceran sekitar Rp 5.000 – Rp 6.000. Dan lebih baik, digunakan untuk sekali pemakaian.

3. Masker Kain

Sangat mudah untuk didapatkan. Pakaian bekas yang sudah lama tidak digunakan, bisa dijadikan masker. Lebih baik berbahan katun, dan terdiri dari 2 lapisan. Agar terjadi proses penyaringan partikel-partikel kecil dan menghalangi virus terhirup.

Berdasarkan unggahan dari akun instagram  Kereta Commuter Indonesia, bahwa masker scuba atau buff hanya 5% tingkat kefektifannya dalam mencegah dari terpaparnya debu, virus dan bakteri. Hal itu berarti, sangat minim dalam melindungi penularan Covid-19.

Masker scuba atau buff, tidak bisa menyaring dari partikel kecil yang bertebaran di udara. Ketika menggunakannya, dan berbicara dengan orang lain, dengan jarak dekat atau jauh, maka tidak ada proses pemblokiran dan penyaringan.

Hal itu bisa menyebabkan, udara yang terinfeksi virus bisa terhirup oleh hidung, atau langsung masuk ke mulut. Penularan virus Corona pun bisa langsung terjadi. Apalagi mengingat bahannya yang juga tipis, tidak dapat menjadi alat perlindungan diri.

Nah, mulai sekarang harus teliti dalam menggunakan masker. Pilihlah bahan yang benar-benar aman dalam melindungi diri, dari penyebaran virus Corona. Jangan bepergian keluar rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Apalagi hingga keluar kota, lebih baik tetap bersama keluarga, dan tetap jaga kesehatan.

Related Posts

4 komentar

  1. Scuba masker katanya tidak direkomendasikan untuk menangkal Corona ya Mbak, katanya tidak efektif. Karena tipis. Masih bisa ngeluarin virus. Padahal saya sering pakek itu kalau motoran.

    BalasHapus
  2. Saya juga rajin maskeran lho...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap bang... tetep dipakek kemanapun yaa

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email